PAKET TRAINING

Posted by Hisyam Journal Thursday, October 25, 2012 0 comments

Dengan Rahmat Tuhan YME, kami dari Jasa Psikologi Indonesia dan Jogja BodySoul  mempersiapkan sebuah konsep penyelenggaraan pelatihan, workshop, pelayanan kesehatan, konsultasi psikologi dan pengembangan kepribadian yang terprogram dalam :
PAKET TRAINING 
Pelatihan psikologis yang disusun dengan berorientasi pada tema dan tujuan tertentu. Pelatihan ini diselenggarakan di dalam ruang & luar ruang dengan bentuk ceramah interaktif yang diformulasi dengan simulasi dan praktek untuk penerapan ketrampilan tertentu seperti :
·      Self Development Training
Pelatihan untuk membuka dan mengembangkan pemahaman tentang kualitas diri. sebagai sarana untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik.
·      Achievement Motivation Training
Pelatihan untuk membangun motivasi yang kuat dalam mencapai cita – cita, dan senantiasa termotivasi untuk berprestasi dan berkarya.Selain itu tanggung jawab individu dalam mencapai impian organisasi.
·      Team Building Training
Pelatihan untuk menumbuhkan rasa saling percaya, saling mendukung dan saling mengisi dalam tim untuk membangun kesolidan tim kerja, sehingga efektif dan produktif dalam kerja sama yang sinergis.
·      Leadership Training
Pelatihan untuk membangun mentalitas pemimpin, disamping menemukan gaya kepemimpinan yang khas dan mengembangkannya menjadi pemimpin  yang efektif dan produktif.
·      Magic Sales Training
Pelatihan yang bertujuan untuk mebangun mentalitas “penjual” dengan motivasi yang luar biasa  dengan ketrampilan yang “magic” untuk memikat pembeli.
·      Excellent Service Training
Pelatihan untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan pelayanan yang terbaik bagi klien/pelanggan

PAKET PENGEMBANGAN DIRI
·      Achievement Motivation Training for Teens
Membangun motivasi  dengan kenal diri dan membangun konsep diri
·      Life Skill For Teens
Memberikan ketrampilan hidup utk penyesuaian remaja dengan  lingkungan (problem solving,membina hubungan, komunikasi efektif)
PAKET PENGEMBANGAN AKADEMIS
·      Quantum Learning Training
Membangun paradigma belajar yang menyenangkan, serta memberikan ketrampilan belajar sesuai modalitas dirinya.
·      Learning Skill Training
Memberikan ketrampilan belajar (Speed Reading, Smart Writing,dll)

PAKET PENGEMBANGAN ORGANISASI
·      Leadership Training
Membangun mentalitas dan ketrampilan kepemimpinan pada remaja
·      Team Building Training
Membangun soliditas team dalam organisasi atau kelompok
·      Organization Management Training
Membangun profesionalisme organisasi dengan manajemen organisasi

PAKET PENGEMBANGAN PENDIDIK
·      Quantum Teaching Training
Membangun paradigma belajar dan ketrampilan mengajar ideal
·      Counseling Skill Training
Membangun pemahaman psikologi remaja dan ketrampilan konseling

INFO DAN LAYANAN : kontak 0813.38.707876 - 0857.2574.4857 - 0878.3871.6275 (tidak SMS)

Class Private Exploring Character with TAROT Psikologi

Posted by Hisyam Journal Monday, October 22, 2012 1 comments
kontak 0813.38.707876 - 0857.2574.4857 - 0878.3871.6275 (tidak SMS)
(waktu, tempat dan biaya berdasarkan kesepakatan)

Anda pernah mempelajari Rorschach, TAT, Wartegg, DAM, BAUM, Doodle dan lain-lain?
Tertarik untuk mengetahui, mempelajari dan menguasai Tool yang satu ini?

Bagi Anda yang tertarik dan mempunyai minat menambah satu lagi kompetensi Anda,
IKUT dalam Workshop ini adalah Keputusan yang TEPAT !!

Tarot Psikologi menawarkan alternatif alat bantu untuk melihat kekuatan, kelemahan dan dinamika kepribadian seseorang. Berbeda dengan pandangan umum, Tarot tidak identik dengan mistis apalagi supranatral. Cara ini akan melihat keselarasan Tarot dengan teori kepribadian Jung dan tipologi kepribadian Kekuatan dan kelemahan, kekhawatiran dan harapan seseorang melalui 4 elemen tarot dan Arcana Mayor, juga melihat dinamika kepribadian melalui tebaran-tebaran dasar.

Bagi yang berminat untuk mempelajari dan menjelajah pola ketidak-sadaran manusia, kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya. Selain dapat digunakan untuk pengembangan diri pribadi, juga dapat dipakai untuk membantu orang lain yang membutuhkannya melalui proses konseling. Kunci ketrampilan menggunakannya terletak pada pengalaman seseorang dalam mempraktekkan penggunaan tool ini berikut penguasaan materi mengenai arti dari tiap-tiap gambar yang muncul. Untuk itu, diperlukan pengetahuan dan keberanian untuk memulainya.

Materi

Hari I
1. Memahami Dasar – Dasar Tarot Psikologi
2. Demitosisasi tarot ( Tarot sebagai metode yang ilmiah dan alamiah, bukan mistik dan bukan ramalan)
3. Memahami seni wacana tarot dalam pendekatan psikologi Jungian (Prinsip sinkronitas, empat tipologi Jung, Archetype dsb)
4. Memahami dinamika dan cara kerja tarot berkaitan dengan pikiran bawah sadar manusia
5. Memahami Kartu Tarot
6. Mengenal dan memahami kartu arcana mayor dan minor
7. Mengenal dan memahami tebaran dasar satu, tiga, lima dan tujuh
8. Praktek dan Pendampingan
9. Memahami Tebaran Celtic Cross
a. Mengenal dan memahami dinamika dengan tebaran Celtic Cross
b. Analisa tebaran Celtic Cross untuk kepribadian dan konflik internal

Hari II
1. Memahami permutasian kartu sebagai sarana evaluasi diri bagi klien
a. Mengenal teknik permutasian kartu tarot
b. Memahami dinamika teknik permutasian kartu tarot
c. Teknik analisa permutasian kartu tarot untuk evaluasi diri
2. Memahami Diri, Orang Lain dan preferensi berdasarkan MBTI
3. Eksplorasi 16 Tipe Kepribadian : Ekstrover- Introver ; Sensing-Intuitif ; Thinking-Feeling; Judging- Perceiving
4. Membangun Relasi, komunikasi dan Sinergi dengan orang lain dan tim
5. Program pikiran bawah sadar & archetype tarot psikologi
6. praktek dan Pendampingan Tarot Psikologi dengan hasil analisa MBTI

(waktu, tempat dan biaya berdasarkan kesepakatan)

TAROT = Psychology of Art = Psychology as a Pseudoscience

Posted by Hisyam Journal Sunday, October 7, 2012 0 comments
Ketika mendengar TAROT PSIKOLOGI pastilah kita berasumsi bahwa tarot adalah bagian dari psikologi dan diklaim sebagaisains yang ilmiah, bahkan ada pihak tertentu yang mengatakan bahwa ilmu Psikologi memiliki ‘mashab’ atau aliran khusus yang disebut dengan Tarot, (padahal kita mengenal Behavioristik,PsikoanalisaHumanistik,  Transpersonal dan Positif.) ....Nah, lho.....? Pernyataan inilah yang mengundang pro-kontra bagi mereka yang perduli terhadap kajian tarot.

Sebagai seorang praktisi dan akedemisi tentu saya memiliki sikap skeptis ketika  akan memulai kajian-kajian terhadap Tarot (tentunya dilihat dari sudut pandang psikologi....). dan memang masih banyak orang yang menganggap Tarot sebagai hal yang mistik atau berkaitan dengan supranatural dan seringkali orang mengkaitkan Tarot dengan meramal masa depan. Disamping itu tidak sedikit pula orang yang menganggap Tarot sebagai hal yang tidak ilmiah, hanya permainan, tidak bisa dipercaya dan cuma kebetulan saja. Jadi, tidak salah ketika ada pertanyaan : “apakah tarot benar-benar ilmu psikologi yang ilmiah?”

Betulkah demikian ??? 

Sejauh pengamatan saya memang ada beberapa praktisi tarot yang menggunakan tarot sebagai sarana untuk meramal masa depan (dalam arti divinasi) atau bahkan meramal dalam artian fortune telling yaitu yang meyakini bahwa apapun yang terlihat dalam kartu tarot adalah sesuatu yang pasti terjadi dan tidak bisa diikhtiarkan untuk berubah. Namun saya berpendapat lain bahwa sebenarnya dengan kartu tarot kita mampu melihat dinamika ketidaksadaran (subconscious atau unconscious? ) seseorang, bukan pada fungsi meramalnya yang masih diragukan dan bukan juga mengilmiahkan tarot ke dalam ilmu sains.

Apa benar demikian?

 Catatan Allison Shank dari Washington University, kartu tarot terus memiliki arti tersembunyi terutama ketika digunakan oleh orang-orang sebagai cara untuk mengetahui sebuah perspektif  tentang hubungan sebab akibat di masa depannya.

Menurutnya, tarot tidak hanya mengisyaratkan pada apa yang mungkin terjadi, tarot juga diyakini bisa membuka keinginan tersembunyi dan mengungkapkan pikiran bawah sadar individu, sesuai dengan kaidah – kaidah baku dalam kerangka untuk pencerahan diri,  konsultasi atau terapi bagi klien. Namun, tarot juga menyediakan kebijaksanaan dan bimbingan dalam bidang rohani.

Ia menambahkan bahwa metode utama untuk memperoleh informasi dari kartu tarot adalah melaluiinterpretasi kartu dan simbol-simbol, karena setiap kartu memiliki arti yang unik dan masing-masing kartu mewakili sesuatu, terutama dalam kehidupan.

Adalah salah satu teori psikologi klasik, yaitu teori Psikologi Analitik milik Carl Gustav Jung(1875-1982) yang disusun lebih dari setengah abad yang lalu. Pada awalnya CG. Jung adalah pengikut setia dari Sigmund Freud (1856-1939) seorang tokoh psikoanalisa legendaris. Beberapa konsep utamanya adalah tentang archetypecollective unconsciousness, persona, anima-animus, dan tentu saja simbolisasi sehingga konsep dasar Jung inipun diadopsi ke dalam alat tes kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator).

Carl Gustav Jung, mengatakan  bahwa kita (manusia) hidup dalam dunia yang penuh dengan simbol-simbol. Dan simbol ini menjelaskan kepada kita tentang sebuah hubungan baik kepada orang lain atau hubungan kita dengan alam semesta. Simbol-simbol ini, menjadi esensi murni dari sifat primordialyang benar-benar nyata. Seperti ketika sebuah cahaya memantulkan bayangan di dinding, kita tahu bahwa itu hanyalah sebuah bayangan, namun di balik itu adalah sebuah bentuk yang kekal dan selalu begitu.

Hal inilah telah dikandung dari bawah sadar kolektif dimana terdiri dari bentuk-bentuk yang abadi, dan merupakan naluri dari warisan semua umat manusia dan sadar kolektif ini memberikan arti simbol itu sendiri berupa harapan dan hubungan yang nyata.

Dengan demikian Ketidaksadaran kolektif menurut Jung adalah sebuah naluri bawaan dari kemanusiaan. ".....Personal sadar terletak pada lapisan yang lebih dalam, yang tidak berasal dari pengalaman pribadi dan bukan merupakan akuisisi pribadi tetapi terbawa sejak lahir. Saya sebut ini sadar kolektif. Aku telah memilih istilah "kolektif "karena ini bagian dari bawah sadar ini bukan individual tetapi universal; berbeda dengan jiwa personal isi dan mode perilaku yang kurang lebih sama di mana-mana dan dalam semua individu, dengan kata lain, identik pada semua manusia dan dengan demikian merupakan substrat psikis umum dari. suprapersonal alam yang hadir dalam setiap satu dari kami. " kata CG. Jung.

CG.Jung sangat perhatian dalam mendefinisikan  archetype ini. Sebagai psikolog, ia berusaha untuk memahami peran bentuk-bentuk permainan dalam kesadaran kita. Dia memiliki pengetahuan yang tak habis-habisnya dari sumber mitologi dan mencari hubungan dari pengetahuan yang bersifat tradisional. Melalui penelitian ini ia menemukan beberapa tema utama yang dituangkan dalam bukunya "The Archetypes and the Collective Unconscious", ia menguraikan sebuah penemuan tema terpenting dan fenomenal yaitu Shadow, Trickster, Anima, Animus, Great Mother, Wise Old Man, Child, Transformation, Mandala and individuation of Self dll.  

Dengan menggunakan prinsip sinkronitas untuk mengaitkan arti gambar tarot dengan kehidupan klien. Maka seorang pewacana (atau apalah sebutannya.....) akan menginterpretasikan gambar kartu tarot yang muncul selama pembacaan, menjadi representasi perilaku dari kliennya. Nah, dalam proses pengambilannyalah yang mungkin sebagian orang berasumsi telah menggunakan kekuatan supranatural, padahal proses bawah sadar melalui intuisinyalah yang menuntun pengambilan kartu dalam keadaan tertutup, sehingga kita bisa mengasumsikan menjadi sebuah teori  “kebetulan yang bukan kebetulan”.

Walau  teori-teori psikologi modern sudah banyak berkembang dan CG. Jung pun sudah lama meninggal, telah banyak penelitian-penelitian fundamental terbaru yang dipublikasikan pada jurnal-jurnal internasional. Lalu, masihkah teori psikologi klasik tersebut relevan dengan psikologi modern ?. kita tahu bahwa Sains modern sangat kental dengan paham positivisme Auguste Comte (1798-1857). Singkatnya filsuf tersebut menyebut positivisme sebagai sebuah epistemologi yang semata-mata menggunakan pengalaman inderawi sebagai sarana untuk mencapai pengetahuan. Jelasnya bahwa psikologi modern sangat kental dengan syarat ‘pembuktian empiris’ yang didasari padapanca indra.

Maka tidak heran kita menanyakan bukti empiris dari tarot. Apakah pengukuran atau assesmentkepribadian dengan media kartu tarot reliabel, valid, dan objektif sesuai kaidah psikologi sebagai ilmu modern?. Mana pembuktiannya ?, mana data risetnya ?. Atau jika hanya digunakan sebagai mediaassesment, apakah sudah teruji efektifitasnya?

Nah, sampai disini jelaslah bila saya kurang sepakat jika tarot dikatakan sebagai ilmu psikologi yang ilmiah. Karena perlu diingat faktor modernisasi ilmu definitif dan tuntutan adanya pembuktian melalui serangkaian penelitian selalu bermetodologi empiris, sehingga mampu menemukan variable-variablel yang memungkinkinkan untuk sebuah ilmu pengetahuan yang bersifat sains. Sama halnya ketika seorang Guru Besar Fakultas Psikologi UI, Sarlito Wirawan mengatakan bahwa  Tarot adalah ilmu semu dalam Psikologi, namun bisa dilihat sebagai alternatif sarana media konseling dalam Psikologi.

So, jadi Tarot itu sebagai bagian psikologi atau bukan ?

Bila kajian tarot ditinjau dari pendekatan ilmu psikologi, tentunya saya menyetujuinya, karena kita bisa berharap dari “permainan” tarot mendapatkan tool yang baik untuk sebuah konseling kepribadian. Tetapi bila Tarot merupakan bagian dari ilmu Psikologi, nanti dulu !. Diperlukan kajian-kajian lebih mendalam seperti halnya CG Jung pernah melakukannya, sayangnya ia sudah tiada.

Dengan demikian saya ini lebih pas mengatakan bahwa tarot sebagai pseudoscience psychology,atau ilmu pengetahuan/sains yang masih setengah-setengah. Sama halnya dengan kritikan para ilmuan psikologi modern terhadap teori psikologi klasik yang miskin pembuktian empirisnya. Walaupun pemikiran ilmuan-ilmuan psikologi klasik tersebut tetap memberikan influence yang luar biasa bagi berkembangnya psikologi sekarang.

Jadi, menurut pemahaman saya, untuk saat ini permainan tarot lebih ke arah seni psikologi atautarot yang bisa ditinjau dari sudut pandang psikologi dan bukan dari psikologi ilmiah apa lagi mengatakan bahwa tarot adalah sebuah aliran dari Psikologi, hingga kita mampu mempresentasikan pembuktian dari kajian-kajian tarot secara ilmiah dengan pengetahuan psikologi modern, seperti yg saya lakukan saat ini.

 Semoga catatan ini bisa memberikan kontribusi yang positif terhadap Seni Permainan Tarot, sebuah tinjauan dari ilmu Psikologi. Terima kasih tuk Aang Djemba atas inspirasinya


Hisyam A Fachri
Mind Therapist Psychology, Trainer,  Pencipta Tarot Nusantara, Pemecah Rekor MURI, penulis buku TAROT PSIKOLOGI dan terapan hipnosis 

TAROT PSIKOLOGI dan TRANSPERSONAL HYPNOTHERAPY

Posted by Hisyam Journal Thursday, July 5, 2012 0 comments
Belajar Tarot
Bukan hal yang mudah ketika saya harus menjelaskan tarot psikologi pada kalangan ilmuwan psychologist, konselor ataupun therapist. Kebanyakan dari ‘kesinisan’ mereka adalah tarot bukanlah barang yang ilmiah, apalagi hal tersebut ‘mungkin’ bertentangan dengan ‘nilai’ mereka bahwa menganggap tarot identik dengan meramal sehingga hal tersebut merupakan dosa besar, syirik serta melibatkan hal – hal metafisik dan supranatural.

Memang, ketika kami membangun klub Tarot Psikologi,  kami menyadari bahwa tidak sedikit praktisi yang menggunakan tarot sebagai sarana untuk ‘mensugesti’ klien atas tebaran yang terbaca dalam kartu tarot tentang masa depannya, yang kemudian diartikan dengan ‘meramal’. Oleh karena itu, kami membangun ‘Tarot Psikologi’ untuk mencoba memiliki ‘arus’ tersendiri dalam praktek wacana tarot, dengan batasan – batasan yang bersama – sama kami rumuskan dalam Klub Tarot Psikologi. Tarot hanyalah sebuah tools, berupa sistem simbol untuk menyingkap isi ketidaksadaran manusia. Tarot bukan terjadi atas dasar kebetulan belaka atau digerakkan oleh kekuatan magic, sehingga tebaran kartu tarot dapat senantiasa sejalan dengan ‘program pikiran bawah sadar’klien. Namun ‘kebetulan yang bukan kebetulan’ tersebut berjalan secara alamiah atas dasar prinsip ‘sinkronitas’ dengan ketidaksadaran kolektif, seperti yang diungkapkan oleh Carl Gustav Jung. Sehingga kami menyatakan bahwa ‘Tarot Psikologi’ merupakan hal yang ilmiah dan alamiah serta menjauhkan diri dari praktek yang berkaitan dengan energi metafisik atau supranatural.

Namun, ketika berbicara tentang keilmiahan ‘Tarot Psikologi’, seringkali ukuran yang dipakai oleh orang yang ‘masih skeptis’ dengan tarot adalah ukuran ‘empiris’ dengan hitungan ‘matematis - kuantitatif’. Sehingga pembicaraan menjadi tidak ‘nyambung’ dalam menerima ‘Tarot Psikologi’ pada kerangka berpikir yang mereka gunakan. Walaupun dalam praktek “Tarot Psikologi” mereka mengakui hal tersebut bisa terjadi. Hal yang sering terlontar adalah kata – kata “Kok Bisa Ya ???”.  Hal tersebut bisa terjadi namun masih belum masuk dalam ‘logika’ mereka.

Oleh karena itu, saya mencoba memperdalam kajian Psikologi Transpersonal yang ternyata dapat menjelaskan system symbol dalam kartu tarot. Dalam praktek saya sebagai seorang konselor dan hypnotherapist ternyata ‘Tarot Psikologi’ dan kerangka ‘Transpersonal Psychology’ menjadikan proses konseling dan terapi menjadi lebih ‘bernilai’. Ada ‘paradigma’ yang berubah ketika kita memiliki kerangka berpikir tersebut. Berikut saya ingin sedikit berbagi terkait dengan Membongkar ‘sub kepribadian’ dalam ‘pola berulang’ (fractal) pada kehidupan klien melalui “Tarot Psikologi” dan “Transpersonal Hypnotherapy”.

Pola Berulang (Fractal) pada Kehidupan Manusia 

 Tahukah Anda, bahwa tanpa disadari seseorang menjalani “Program Pikiran” yang berlaku dalam kehidupannya. Ada seseorang yang memiliki tema “Si KALAH”, karena mulai dari kecil ia KALAHdengan kakaknya, waktu sekolah ia KALAH dengan teman – temannya, waktu kerja ia KALAHdengan teman kerjanya, waktu menikah iapun  KALAH dengan istrinya. Ada seseorang yang memiliki tema “Si JELEK”, Si KECIL”, “Si MENDERITA”, “Yang DITOLAK”, “Yang SENDIRI” dsb … dsb…. Tahukah Anda itu terjadi dalam setiap fase kehidupannya. Itulah yang disebut dengan Sub Kepribadian, dalam Pola Kehidupan Berulang yang disebut dengan FRACTAL.

John Rowan dalam ‘Subpersonalities: The people inside us’ mendefinisikan subkepribadian sebagai berikut: “... suatu wilavah di kepribadian yang setengah permanen dan setengah otonomyang mampu untuk bertindak seperti seorang manusia ....” Sedangkan Virginia Satir menyebut subkepribadian sebagai ”Wajah Saya yang Beragam”. Selanjutnya oleh Margriet Rueffler menjelaskan bahwa Subkepribadian berfungsi sebagai alat untuk mengekspresikan diri ke dalam dunia dan sebagai lensa melalui mana kepribadian dapat dirasakan, hidup dan dialami. Sebagai struktur psikodinamika yang aktif, mereka mencari pemenuhan kebutuhannya melalui pengekspresian dirinya di dunia luar.

Dari pemahaman tersebut, akhirnya saya memiliki kesimpulan bahwa :

“Segala permasalahan setiap manusia sebenarnya ‘ditarik sendiri’ oleh manusia itu sendiri sesuai dengan ‘program pikiran bawah sadarnya sendiri’ yaitu Sub Kepribadian dalam pola kehidupan berulang (fractal) manusia itu sendiri”.

Oleh karena itu dalam praktek yang sering saya lakukan ternyata sistem simbol dalam kartu tarot ternyata mampu mengungkap ‘Sub Kepribadian” yang berjalan dalam ‘Pola Berulang (fractal) pada kehidupan klien. Sehingga therapist tidak lagi berkutat pada permasalahan ‘yang berulang kali’ muncul yang sebenarnya ditarik sendiri oleh ‘program pikiran bawah sadarnya. Justru yang perlu kita benahi adalah bagaimana kita dapat membongkar ‘sub kepribadian’ dalam ‘pola berulang’ (fractal) pada kehidupan klien, sehingga klien dapat menjalani hidup menjadi lebih baik, sukses, bahagia, berkelimpahan dan ‘apapun sebutannya’ yang justru akan mendatanginya.

Selanjutnya jika kita telah dapat menyingkap isi ketidaksadaran tersebut tentang sub kepribadian yang berjalan dalam program pikiran bawah sadarnya, kita dapat menindak lanjuti dengan terapi. Saya mencoba mengkolaborasikan teknik hypnosis dengan prinsip – prinsip psikoterapi transpersonal, yang sering saya sebut menjadi “Transpersonal Hypnotherapy”. Secara ringkas saya membagi menjadi 4 langkah, yaitu :
  1. 1.   MERASAKAN & MENERIMA
Hal mendasar yang sangat penting dilakukan oleh sorang klien dan therapist adalah ‘KESADARAN’, yaitu kesadaran atas apapun yang dirasakan oleh dirinya. Prinsip yang kita gunakan adalah tahap ini adalah “Rasakan” dan “Terima” apa adanya. Sehingga kita dapat sejenak mengabaikan “pikiran logis” kita. Kata – kata “Kok Begini”, “Ah, Gak Begini”, “Mana Mungkin Aku Begini” dan sebagainya harus kita lenyapkan, karena itulah yang dinamakan “Kelekatan Masalah”. Sehingga kita dapat“Merasakan” & “Menerima” diri kita apa adanya.

  1. 2.   ME - RELEASE & MELEPAS
Selanjutnya kita dapat “Me-Release” khususnya enam emosi negatif yang senantiasa mengungkung hidup kita yaitu “MARAH – TAKUT – SEDIH – APATIS – BANGGA – NAFSU”.Karena sepanjang emosi negatif tersebut masih bersemayam dalam diri kita, maka itulah “yang kita tarik” dalam kehidupan kita. Hal itu pulalah yang dilakukan dalam psikoterapi transpersonal “Letting Go” yang dapat dimodifikasikan dengan metode psikoterapi – hipnoterapi serta dengan panduan ‘Tarot Psikologi”.
  1. 3.   MENGALIR
Jika kita telah “Me – Release” enam emosi negative tersebut, hidup kita menjadi lebih ‘lega’ karena kita telah melepas ‘BEBAN’ yang selama ini berada di pundak kita. Oleh karena itu kita dapat “Mengalir”sejalan dengan kehendak Allah SWT (kalo orang ‘lain’ bilang kehendak Alam Semesta). Dengan“MENGALIR” hidup menjadi lebih ‘Bahagia’, karena pada hakikatnya kebahagiaan - kesuksesan – keberlimpahan senantiasa mendatangi diri kita sepanjang kita tidak menutupinya dengan “Hal Negatif” pada diri kita sendiri.

Kebahagiaan - kesuksesan – keberlimpahan BUKAN lah DIKEJAR, namun biarkan hal tersebut mendatangi diri kita sepanjang kita dapat MENGALIR sejalan dengan kehendak Tuhan. Karena kalau kita mengejar yang muncul adalah HASRAT (WANTING), sehingga itulah yang harus coba kita lepas. Melepas Empat Hasrat (Wanting) dalam diri kita yang meliputi :

ü  Wanting to Control VS Wanting to be Controlled
ü  Wanting Disapproval VS Wanting to Love
ü  Wanting Security VS Wanting to Die
ü  Wanting to be Separate VS Wanting to be One

Hal inipun menjadi lebih “enak” ketika klien & terapis dapat melakukannya melalui metode psikoterapi – hipnoterapi serta dengan panduan ‘Tarot Psikologi”.
  1. 4.   MEMBERI
Selanjutnya jika kita telah melepas enam emosi negatif & empat hasrat dalam diri kita, kita dapatMENGALIR bersama dalam ridho Allah. Namun pada dasarnya manusia memiliki tanggung jawab sesuai dengan “misi” nya dalam kehidupannya masing – masing. Sehingga seseorang akhirnya dapat menjadi lebih bernilai ketika seseorang ‘MEMBERI’ untuk orang lain dan kehidupan. Karena dengan“MEMBERI = MENERIMA”, memberi apapun sesuai dengan porsinya dengan bentuk apapun. Yakin lah bahwa apapun yang kita berikan, baik dalam pikiran, prasangka, perasaan, sikap, senyum, perbuatan dsb PASTI akan kembali juga pada diri kita kembali.

Sehingga bagi saya itulah hukum LAW of ATTRACTION (LOA) berjalan, apabila setiap orang menginginkan kebaikan maka kebaikan dirinya lah yang akan menarik kebaikan dalam kehidupannya. Bukan sekedar kata, bukan sekedar pemikiran, bukan sekedar mimpi. Namun hal yang harus disatukan dalam KATA – SIKAP – PERILAKU - RASA – PIKIRAN & HATI. 




Hisyam A Fachri
Mind Therapist Psychology
0813.28.707876

Belajar Tarot Psikologi


 untuk info Pelatihan Tarot Psikologi secara Private silahkan klik disini

TAROT: PAST, FUTURE & LIFE --- melihat kehidupan masa lalu, sekarang, dan perspektif masa depan.

Posted by Hisyam Journal Tuesday, June 19, 2012 0 comments

Saya telah lama menggeluti ilmu tarot dan hipnosis sebagai bagian dari ketertarikan saya terhadap eksplorasi seni bawah sadar. Bahkan, beberapa tahun terakhir saya masuk ke wilayah yang lebih profesional dan mulai banyak menulis tentang dua bidang ilmu ini—yang masih disikapi secara empiris oleh sebagian masyarakat karena minimnya pemahaman mereka mengenai tarot dan hipnosis.

Dari berbagai literatur dan informasi yang ada, beberapa lebih kepada topik bagaimana penulis berharap Anda menggunakan informasi yang dijelaskan untuk membangun hubungan Anda sendiri dan menciptakan kehidupan yang bisa berubah sesuai dengan pilihan Anda. Bukan berarti penguraian tentang studi tarot dan hipnosis, seperti pemahaman metafisika, eksplorasi pikiran, serta penelitian historis dan aplikasinya, tak berharga dan tak layak digunakan. Saya merasa bahwa banyak literatur menjelaskan topik yang bisa digunakan untuk orang lain, sementara ada bagian yang kaya untuk dieksperimentasikan dan dipraktikkan bagi kepentingan diri sendiri. Sekarang sudah waktunya kita keluar dari pola tersebut dan berbagi pengalaman karena suatu hari nanti kita akan bisa menemukan gambaran kehidupan yang kita ketahui dan alami saat ini, yang mengungkapkan kebutuhan diri sendiri.

Dalam berbagai praktik konseling tarot, saya sering membuat jurnal atau salinan konsultasi yang setiap saat bisa ditambahkan. Bagi saya dan klien, rekapan tersebut merupakan catatan penting yang bisa menjadi wawasan tersendiri mengenai pertumbuhan, perkembangan, dan pemahaman baru, serta dapat mengevaluasi kembali apa yang ditulis dalam jurnal saya.

Dengan demikian, tarot merupakan sebuah keterampilan menganalisis simbol orang lain maupun diri sendiri karena, bagi diri sendiri, tarot menjadi sarana untuk memperoleh pengetahuan dan menerapkannya dalam kehidupan selanjutnya, bukan untuk menjelaskan dan memvonis keadaan yang seharusnya dijalankan. Bagaimanapun, Tuhan telah menentukan takdir kita yang sesungguhnya memiliki hubungan sebab-akibat dengan kehidupan terdahulu, sehingga kita bisa memolakan hidup kita untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

Tarot mengarah pada aktivitas eksplorasi yang lebih besar dengan memeriksa potensi masa lalu, sekarang, dan perspektif masa depan. Kita akan belajar lebih efektif untuk menangani masalah-masalah kita sendiri, belajar mengenali pilihan kita, dan belajar memperjelas tujuan kita. Oleh karena itu, untuk memulai penjelasan mengenai pengetahuan ini, saya mengawali dengan pencatatan sebuah tebaran kartu tarot dan melihat kehidupan pada masa lalu, karena saya percaya bahwa kehidupan masa lalu menentukan kehidupan kita saat ini. Dengan demikian, kehidupan yang akan datang tentu akan ditentukan oleh sikap serta situasi kita sekarang. Kita pun akan mengeksplorasi aspek-aspek diri sendiri, efek tindakan kita dalam pekerjaan sebelumnya, serta hubungan atau pikiran kita pada masa lalu.

Kita memang tidak mungkin menyejajarkan pengalaman para tokoh yang bernasib baik, kisah para nabi, maupun tokoh legendaris masa lalu dengan pengalaman kita. Namun, tokoh-tokoh tersebut dapat berfungsi sebagai gambaran kepribadian dan kecenderungan. Mereka menunjukkan kompleks psikologis dan dinamika kepribadian. Kita tidak mungkin mengenali kepribadian mereka dalam diri kita sendiri. Namun, kehidupan masa lalu mereka bisa menggambarkan misteri dan bertolak belakang dengan kepribadian kita karena pada dasarnya sulir menggambarkan pola hubungan untuk dilihat dengan jelas di tengah-tengah dinamika kepribadian diri sendiri. Dengan kata lain, mereka adalah mereka dan saya adalah diri saya sendiri, sekalipun mereka sangat terkenal. Setiap tindakan tentu memiliki konsekuensi sebagai bagian dari perjalanan hidup yang akan membentuk karakter kita. Inilah yang dikatakan psikolog Carl Gustav Jung, kita tidak akan menghadapi diri sendiri, tetapi kita bertemu dengan nasib kita.

Beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam benak saya ketika mencoba melihat masa lalu dengan tarot adalah bagaimana pengetahuan tentang kehidupan masa lalu bermanfaat bagi kehidupan kita sekarang? Bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah pada masa lalu dengan cara terbaik melalui tarot? Atau sebuah pertanyaan kontroversial, apakah kehidupan kita terkait dengan hukum karma dari nenek moyang kita? Oleh karena itu, kita akan mencoba menelusuri jejak dan literatur yang memungkinkan kita mengeksplorasi pikiran bawah sadar dan berbagai dinamikanya untuk mengungkapkan hal-hal yang terjadi pada masa lalu. Hanya tarotlah yang memungkinkan kita melakukan hal ini.

Tidak hanya itu, ketertarikan saya pada dunia hipnosis tetap menjadi prioritas utama dalam mengeksplorasi pikiran bawah sadar. Ya, memang terdapat metode hipnosis untuk merangsang pikiran bawah sadar melalui pintu belakang yang dapat mengelakkan nilai-nilai moral, bahkan juga menyingkap sebuah rahasia. Namun, teknik hipnosis untuk menjelajahi kehidupan masa lalu yang saya coba tuangkan dalam buku ini merupakan teknik yang langsung menuju sasaran, artinya, fokus pada satu masalah pribadi dan tidak akan melibatkan proses hipnosis universal yang berlaku pada orang lain.

Buku ini menawarkan cara lain untuk mengeksplorasi pikiran bawah sadar yang berhubungan dengan kehidupan kita pada masa lalu, sekarang, dan menjadikan masa depan lebih baik. Buku ini pun menyediakan alat serta cara untuk memulai proses penyembuhan sekaligus pemecahan masalah melalui tarot dan hipnosis diri sendiri.


Hisyam A Fachri
0813 28 707876


Event

Arsip Blog

Popular Posts